Langsung ke konten utama

Postingan

UMMU SALAMAH, ISTRI IDAMAN

By. Muh. Imam Sanusi Al Khanafi Ada sebuah kisah mengenai sesosok figur istri Nabi yang perlu dijadikan pijakan, terutama bagi kaum hawa dalam berumah tangga. saya ambil contoh, perjalanan cinta Ummu Salamah R.A dalam melakoni hidupnya dengan sang pemberi syafaat, Nabi Saw. Abi Umayyah Ibn al-Mughirah, yang lebih akrab disapa dengan Ummu Salamah, merupakan wanita yang memiliki kepribadian yang konsekuen. Pasca meninggalnya Abu Salamah (suami Ummu Salamah) pada bulan jumadil-Ula, kala masa Iddahnya sudah berlalu, Nabi Saw menyuruh Umar bin Khatab untuk meminangnya. jawaban eksotisnya," saya merupakan wanita yang sudah memiliki anak dan pencemburu." Itulah perkataan yang seolah-olah ia menolak dengan cara halus. selanjutnya, Nabi Saw maju untuk meminangnya. jawaban eksotisnya," saya merupakan wanita pencemburu, saya takut melakukan sesuatu yang berakibat menerima siksa-Nya. Apalagi sudah berumur dan memiliki anak." Dengan Nada yang cantik da...

DITILANG, JUSTRU DIMINTAI DO'A

  By. Muh. Imam Sanusi Al Khanafi Awal pagi yang kurang indah bagi saya untuk melakukan aktivitas. Terik matahari yang menyengat, godaan yang terus menyelimuti setiap sendi-sendi dalam tubuh, tak mengubah haluan tuk menunda rencana yang sudah direncanakan. Dengan modal do'a dan semangat, ku paksa seluruh ragaku tuk mengegas kendaraan yang sudah siap sedia. Ditengah-tengah perjalanan, entah ini nafsu atau fikiran yang menyelimutiku, sifat tergesa-gesa mendorongku untuk terus melaju. Lampu merah menandakan tata tertib tuk mengantisipasi kemacetan. Lampu merah juga mengandung makna untuk melatih manusia untuk disiplin,bersabar, dan mengantri disetiap perjalanan. Tak ku pungkiri, ku paksakan sepeda motor tuk mengegas dengan kecepatan tinggi dikala lampu merah masih menyala. Entah ini peringatan atau cobaan, tanpa disadari, tiba-tiba suara peluit berbunyi. Oh tidak, ternyata bunyi itu dari seorang polisi yang sedang berpatroli. Dibenakku, apess ! dengan wajah m...

Ngaji Ibriz: Karakteristik Penafsiran Gus Mus dalam Surah Al-Fatihah

Oleh: Muh. Imam Sanusi Al-Khanafi Sekilas Tentang Tafsir Al-Ibriz Al-Ibriz merupakan sebuah karya bidang tafsir yang dikarang oleh KH. Bisri Mustafa. Beliau merupakan salah satu ulama’ yang produktif dalam hal menulis. Tafsir ini menggunakan bahasa Jawa ngoko , walaupun penafsirannya kadang-kadang dicampur dengan istilah Indonesia, seperti kata “nenek moyang”, “pembesar”, “terpukul”, atau kata “berangkat” dan “mempelajari”. (Maslukhin: 2015: 81-82) Secara teknis, pilihan menggunakan bahasa ngoko   dalam rangka memudahkan orang-orang untuk memahami dan mencerna makna yang terkandung di dalam al-Qur’an. Sebab, di Indonesia sendiri memiliki berbagai suku dan bahasa yang beraneka ragam. KH. Bisri Mustafa mengarang tafsir dengan ringkas, mudah dipahami dan menggunakan rujukan dari berbagai tafsir mu’tabarah , antara lain: tafsir Jalalain , tafsir Baidhawi , tafsir khazin . Adapun bentuk (karakterisik) dari tafsir tersebut dijelaskan dalam muqadimahnya, jika Al-qur’an...

Kisah Cinta Antara Nabi Muhammad dan Siti Khadijah

Oleh: Muh. Imam Sanusi Al Khanafi Pagi hari merupakan kegiatan yang paling efektif dalam memulai aktivitas. Dengan udara yang segar, dan diimbangi dengan fikiran yang fresh, menjadikan suasana menjadi begitu nyaman dan tentram.   Kala itu penulis memulai aktivitas dengan merangkai sedikit kata perkata dalam menyusun sebuah kalimat. Terbersit dalam fikiran penulis untuk mengingat kembali sosok panutan umat Islam yang tentunya sangat dikagumi oleh kaum Adam maupun Hawa, yakni baginda Nabi Muhammad SAW. Kali ini penulis akan menjelaskan tentang sang pengagum Nabi Muhammad SAW yang berasal dari kaum Hawa, yakni Siti Khadijah. Dia merupakan seorang perempuan yang begitu terpandang mengingat, ia merupakan seorang wanita Quraisy yang kaya-raya. Tak jarang laki-laki begitu kagum dengan sosok dia karena kecerdasan dan keanggunan Khadijah.   Akan tetapi, Khadijah lebih memilih Nabi Muhammad, mengingat Nabi terkenal dengan kejujurannya dalam kegiatan bermas...

NUANSA SUFISTIK IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA’IN DALAM TAFSIR AL-IKLIL FI MA’ANI AT-TANZIIL KARYA KH. MISBAH MUSTAFA

Oleh: M. Imam Sanusi Al Khanafi Islam datang ke wilayah Nusantara melalui proses akulturasi antara Islam yang dibawa oleh kaum sufisme dengan budaya lokal yang ada. Sehingga, dengan memadukan antara Islam dan budaya lokal akan saling melengkapi dan saling mengisi antara satu sama lain. Walaupun kedua wilayah tersebut ada tumpang tindih. Yang mana kedua wilayah tersebut memiliki perbedaan, jika Islam merupakan suatu Agama yang turun dari langit dan bersifat paten, sedangkan budaya lokal merupakan hasil dari kreasi penduduk bumi yang selalu berkembang seiring perkembangan zaman.  Bersamaan dengan proses awal masuknya Islam di Nusantara, kitab suci al-Qur’an diperkenalkan para penjuru Dakwah kepada penduduk pribumi di Nusantara. Pengenalan awal terhadap al-Qur’an tentu merupakan hal yang penting, karena al-Qur’an merupakan kitab suci pedoman hidup umat Islam. Oleh karena itu, pengenalan untuk orang-orang nusantara dengan al-Qur’an terjadi dengan bersaman...